Latest News

Sebelum Menjualnya di Toko, Tities Menawarkan Wall Sticker di Car Free Day dan Tepi Jalan

SEPUTARKUDUS.COM, MLATI LOR - Di sebelah barat Jalan HOS Cokroaminoto, tepatnya di Desa Mlati Lor, Kecamatan Kota, tampak sebuah toko yang di dindingnya bercat kuning. Di dalam toko tersebut bergantungan ratusan stiker dalam ukuran besar atau biasa di sebut wall sticker. Di sudut ruangan tampak seorang wanita berjilbab sedang menunggu pelanggan. Perempuan tersebut bernama Tities Silmiasri (27) yang  sebelum menjual wall sticker di toko, terlebih dahulu dia menjualnya di acara Car Free Day tiap hari Minggu.

jual wall stiker di kudus
Tities menunjukkan wall seticker yang dia jual di tokonya. Foto: Rabu Sipan


Perempuan yang biasa disapa Tities tersebut mengaku berjualan wall sticker mulai bulan Maret. Namun pada awal berjualan, dia tidak langsung menyewa tempat untuk menjual dagangan tersebut melainkan menjualnya di acara Car Free Day di Alun-alun Kudus agar dia tahu minat masyarakat khususnya Kudus terhadap wall sticker.

“Aku memang sengaja sebelum membuka toko, aku mengenalkan dan menjual wall sticker terlebih dulu di acara Car Free Day agar tau minat masyarakat Kudus. Selama dua bulan berjualan stiker di acara tersebut, minat masyarakat terhadap daganganku terbilang bagus. Bahkan selama berjualan di acara yang diadakan tiap Minggu tersebut aku sudah mempunyai beberapa pelanggan,” ungkap Tities kepada Seputarkudus.com beberapa waktu lalu.

Perempuan yang tercatat sebagai warga Desa Mlati Kidul, Kecamatan Kota, itu mengatakan, selama dua bulan, selain berjualan di acara Car Free day, setiap Senin sampai Sabtu suaminya juga menjual wall sticker di beberapa tepi jalan yang berada di Kudus. Dia juga mengatakan sebelumnya juga sering ikut pameran di antaranya, Dandangan, bazar Hari Koperasi di Pati, bazar Hari Kartini di Pantai Kartini Jepara, dan lain sebagainya.


“Setelah dua bulan berjualan di setiap acara Car Free Day dan suaminya secara rutin menjualnya di tepi jalan, aku dan suami memutuskan untuk menjual wall sticker di toko dengan menyewa sebuah kios dengan harga sewa Rp 15 juta setahun. Dan setelah berjualan di toko, para pelanggan yang ingin membeli wall sticker dan belum tahu alamat toko, biasanya mereka menanyakan lewat telpon terlebih dulu,” ujarnya

Perempuan yang baru dikaruniai satu anak tersebut menjelaskan, bahwa wall sticker itu sebuah stiker beukuran besar yang biasa ditempel di dinding. Meskipun biasanya ditempel di dinding, sticker tersebut juga bisa di tempel di meja, lantai maupun lainya yang penting permukaanya tidak lembab.

Tities pun lalu merinci berbagai macam jenis wall sticker yang dia jual diantaranya, wall sticker transparan, tiga dimensi, lima dimensi, juga ada yang enam dimensi. Lalu katanya, ada juga wall sticker yang bisa nyala di saat gelap namanya wall sticker jenis glow in the dark, ada juga jenis diy clock yang merupakan wall sticker sekaligus ada jam dindingnya, dan juga ada stiker jenis rol.


Menurutnya, semua wall stickernya itu dia jual denga harga mulai Rp 15 ribu per pcs, sampai dengan harga Rp 80 ribu per pcs, tergantung dari jenis dan kualitas bahanya. Dia juga mengaku selain menjual secara ecer dia juga melayani penjualan secara grosir. Tities pun mengungkapkan setiap pebelian minimal satu lusin para pembeli bisa mendapatkan potongan harga sampai Rp 5 ribu per pcs nya.

Dari penjualan wall sticker tersebut, kata Tities, mendapatkan omset sekitar Rp 10 juta sebulan. Tities mengatakan tokonya tersebut buka setiap hari mulai pukul 09. 00 WIB sampai pukul 20. 00 WIB. Dia pun mengaku mendapatkan aneka jenis wall sticker tersebut dari Surabaya dan Jakarta.

“Aku berharap usaha penjualan wall sticker ku makin laris dan kelak bisa aku mendapatkan akses untuk bisa membeli langsung dari Tionghoa. Agar cita – citaku untuk menjadi pusat grosir wall sticker di Kudus terwujud,” harap Tities