Latest News

Meski Pamor Batu Akik Kini Meredup, Tapi Toyo Masih Bisa Meraup Omzet Rp 6,5 Juta Sebulan

SEPUTARKUDUS.COM, GARUNG LOR - Seorang pria mengenakan pakaian warna putih berkopiah hitam berbincang dengan pelanggannya. Pria tersebut bernama Toyo (48), penjual batu akik asal Garung Lor RT 02/RW 02 Kec. Kaliwungu Kab. Kudus yang setiap hari berjualan di depan Toko Mebel 99 di Jalan Sunan Kudus. 

jual batu akik
Toyo berbincang dengan pelanggannya di Jalan Sunan Kudus. Foto: Sutopo Ahmad


Dari berjualan batu akik, Toyo mengaku mendapat penghasilan sebesar Rp 200 ribu hingga Ro 500 ribu tiap hari. Meski gejala batu akik telah berlalu, dalam sebulan saat ini dia mampu mendapatkan omzet hingga sebesar Rp 6,5 juta.

Kepada Seputarkudus.com, Toyo begitu akrab disapa, mengatakan, awal mula berjualan batu akik karena hobinya mengoleksi batu-batu antik. Melihat batu-batu tersebut sedang digemari oleh masyarakat, Toyo memulai berjualan dengan modal Rp 500 ribu. Saat itu, dia merasa sudah lama tidak bekerja dan ingin sekali berdagang. 

“Awalnya saya ini pengangguran, tidak memiliki pekerjaaan. Melihat batu akik laku dijual pada saat itu, terus saya memulai berjualan batu akik, karena sudah pusing mau berjualan apa” ungkap Toyo waktu ditemui pada saat berjualan di Jalan Sunan Kudus, Kamis, (01/09/2016).

Toyo mengatakan, dia berjualan batu akik selama satu tahun terakhir. Barang yang dijualnya tidak hanya berupa cincin, ada pula yang berbentuk kalung. Namun, sebagian banyak barang yang terjual yakni batu akik. Menurutnya, batu akik merupakan sebuah karya seni, dan seni adalah selera. “Batu akik itu selera. Orang kalau tidak tahu mengenai batu akik, mau dikasih berapapun pasti orang tersebut tidak mau,” tuturnya.

Sementara itu, Toyo menjelaskan, batu yang sering dicari masyarakat saat ini batu Bacan yang berwarna hijau kebiru-biruan. Namun, Toyo mengaku sedang kehabisan stok batu Bacan. Dia hanya menjual batu dengan harga Rp 20 ribu hingga harga Rp 150 ribu. Batu-batu yang dia jual tersebut dia peroleh dari sejumlah orang yang menjual batu akiknya.

“Batu yang harganya Rp 20 ribu itu batu Sulaiman, sedangkan batu yang harganya Rp 150 ribu yakni batu Kalimanya. Saya mendapatkan batu-batu ini dari para penjual batu akik, kemudian saya perjual belikan lagi,” imbuhnya.