Latest News

Karomah Produksi Jenang Rumput Laut, Varian Rasa Khusus untuk Lebaran

SEPUTARKUDUS.COM, KALIPUTU - Toko bercat warna hijau berada di tepi Jalan Sosrokartono, Desa Kaliputu, Kota, Kudus, itu tampak ramai didatangi pembeli. Toko yang di bagian dalamnya hampir dipenuhi etalase kaca dan rak besi berisi beraneka rasa olahan makanan jenang tersebut bernama Karomah. Menjelang Lebaran, Toko Jenang Karomah membuat jenang rasa khusus, yakni jenang rumput laut.


Jenang Kudus Karomah
Zaenal Arifin (51) pemilik Toko Jenang Karomah menuturkan, sudah beberapa tahun terakhir menjelang Lebaran dirinya selalu memproduksi jenang rumput laut. Karena jenang ini dibuat dengan bahan rumput laut ini tidak bisa bertahan lama, maka dirinya hanya memproduksinya saat menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Karena hanya mampu bertahan sekitar dua pekan, aku mulai memproduksi lalu menjual jenang rumput laut, sepekan sebelum dan sesudah Hari Raya Idul Fitri. Total produksinya sekitar 90 kilogram,” kata pria yang biasa disapa Zaenal kepada Seputarkudus.com.

Warga Desa Kaliputu, Kecamatan Kota, Kudus, mengatakan, jenang rumput laut memiliki kandungan air yang terlalu banyak. Bahkan sudah dimasak dengan temperatur panas yang tinggi, kandungan air pada jenang tetap lebih tinggi dibanding olahan jenang dari bahan lain.

“Kandungan air yang tetap tinggi tersebut, menjadikan jenang rumput laut tidak bertahan lama dan bentuknya akan rusak setelah masa kedaluwarsanya habis. Karena alasan tersebut, aku hanya memproduksinya sekali pada waktu menjelang Lebaran. Selain itu aku juga tidak ingin para pelanggan nanti kecewa,” ungkap Zainal.

Jenang Karomah Punya Banyak Pilihan Rasa

Toko Jenang Karomah, kata Zaenal, selain menjual produk jenang rumput laut juga menjual berbagai macam olahan jenang dengan berbagai varian rasa. Di antaranya, jenang mocca wijen, duren, ketan hitam, kacang hijau, kedelai dan kacang tanah. Selain itu juga ada madu mongso, serta dodol.

“Berbeda dengan jenang rumput laut, yang hanya diproduksi serta dijual menjelang Lebaran, berbagai macam jenis olahan jenang lainya tersebut tetap diproduksi dan dijual pada hari-hari biasa,” kata Zaenal

Zaenal mengaku menjual jenang rumput laut dengan harga Rp 40 ribu per kilogram. Harga tersebut lebih mahal dari jenis olahan jenang lainya yang di hargai Rp 30 ribu per kilogram. Sedangkan untuk madu mongso dia jual Rp 50 ribu per kilogram. “Itu untuk harga satu kilogram. Untuk kemasan yang lebih banyak maupun lebih sedikit tinggal disesuaikan saja dengan harga per kilogramnya,” ujarnya

Menurut Zaenal, dari berbagai macam olahan jenang tersebut selama Ramadan hampir semuanya laris. Bahkan penjualan di tokonya mengalami peningkatan sekitar 300 persen.

“Bila di hari biasa aku hanya mampu memproduksi berbagai jenis olahan jenang sekitar dua kwintal sehari, selama Ramadan aku bisa memproduksi sekitar sembilan kwintal sehari,” ungkapnya