Latest News

Koleksi Puluhan Motor Antik, Sekaligus Ladang Bisnis (2)

SEPUTAR KUDUS-Selain sebagai hobi, kegemarannya tersebut ia jadikan sebagai ladang bisnis yang menggiurkan. Di show rom itulah, Saifullah menjajakan puluhan motor antik miliknya, yang dibanderol dengan harga selangit. Untuk dapat memiliki sepeda motor dengan merek BMW, ia memberi tarif paling murah seharga Rp 50 juta.

"Untuk jenis motor tua dengan ukuran besar, atau moge, para peminat harus menyiapkan uang tak sedikit. Itu karena orisinalitas dan keantikannya," ujar Saifullah, sembari tersenyum.

Selain menjual motor dengan merek kenamaan, dirinya juga menjual koleksi motro tua jenis bebek dan skutik tua. Ia menjamin, para pembeli tinggal memakainya di jalan raya, karena semua motor miliknya masih memiliki surat-surat yang lengkap.

Para pelanggan, menurut Saifullah datang dari seantero negeri. Kesemuanya adalah para pecinta motor antik, dengan kondisi yang istimewa. Kebanyakan, para peminat datang dari pulau Jawa. Biasanya, mereka mendapatkan informasi dari mulut ke mulut. 

Tak Diekspor

Meskipun Saifullah menjual barang-barang kesayangannya itu, namun dirinya tidak melayani peminat dari luar negeri. Selama ini, banyak peminat asal luar negeri yang datang ke show room miliknya, untuk membeli motor-motor antik yang menjadi koleksinya.

"Untuk pembeli dari luar negeri, saya memang tidak melayaninya. Ini saya lakukan, agar motor-motor antik ini tidak hilang dari Indonesia, seperti yang terjadi pada motor buatan Italia, Vespa," tutur Saifullah.

Kepada ekpatriat yang datang ke tempatnya untuk membeli koleksi motornya, dirinya mengaku tidak menjualnya, dan hanya mengoleksi motor sebagai hobi. Ini dilakukan agar turis yang datang bisa menerima alasan yang ia katakan.


Untuk menjaga agar motor-motor antik hilang ke luar negeri, dirinya hanya menjual motor-motor antik miliknya, hanya kepada para kolektor yang ia kenal. Hal itu, telah dilakukan sejak dirinya memulai bisnis jual beli motor antik, sejak 14 tahun silam. (suwoko)