Latest News

Kecewa Beli Boks Motor Berkualitas Buruk, Rider Asal Sunggingan Ini Temukan Ide Bisnis Menjual Boks Impor

SEPUTARKUDUS.COM, SUNGGINGAN - Di tepi timur Jalan Kyai Telingsing, Kelurahan Sunggingan, Kecamatan Kota, tampak toko dengan dinding luar berwarna kuning. Di dalam toko seorang pria berkaus merah sedang menata beberapa boks warna hitam. Pria tersebut bernama Ulil Albab (25), yang setahun terkahir ini berjualan boks untuk aksesoris sepeda motor.
jual boks motor di kudus
Ulil menunjukkan boks motor yang diklaim tahan banting dan tahan lama di tokonya, Jalan Kyai Telingsing, Kudus. Foto: Rabu Sipan 


Di sela aktivitasnya, pria yang biasa disapa Ulil itu sudi berbagi kisah tentang usahanya tersebut kepada Seputarkudus.com. Dia mengatakan, sejak lulus SMA hingga masuk perguruan tinggi di Semarang, Ulil mengaku menyukai kegiatan touring menggunaka sepeda motor. Dan sejak itu dia memasangi motornya dengan boks sebagai aksesoris maupun sebagai tempat peralatan mekanik motor dan pakaian selama touring.

"Sejak menyukai touring motoku ku pasangi boks yang saya beli di Kudus. Namun pada saat itu boks yang aku beli tidak ada yang berkualitas bagus. Jangankan setahun, boks yang saya beli biasanya delapan bulan sudah pecah. Karena alasan tersebut lalu aku menjual boks dengan kualitas impor yang kuat dan awet hingga tujuh tahun,” ujarnya.

Pria lajang tersebut mengatakan, boks aksesoris motor yang dia jual merupakan barang impor dengan kualitas bagus, tahan banting dan tidak mudah pecah. Lalu dia pun mengambil satu di antara boks yang sudah lama lalu dia banting, benar saja boks tersebut tidak retak maupun pecah. “Padahal ini boks sudah lama jangankan pecah, retak pun tidak ada sama sekali,” jelasnya sambil memperlihatkan boks ditanganya.


Ulil lalu merinci merk boks yang dia jual, yang menurutnya produk buatan Eropa. Merek boks itu di antaranya Divi, Kappa, dan Shad. Menurutnya dia mendapatkan barang tersebut dari distributor pemilik ketiga merk tersebut di Jakarta. Namun setelah temannya di Solo menjadi reseller, tiga merek tersebut dia diajak kerjasama untuk menjual boks tersebut di Kudus.

Pria yang merupakan anak terakhir dari dua bersaudara tersebut menjual boks aksesoris motor dengan harga Rp 650 ribu sampai Rp 1,5 juta pder boks. Selain boks dia juga menjual besi braket sebagai tempat boks tersebut, yang dia jual dengan harga Rp 170 per braket.

“Setiap pembelian satu paket yang terdiri dari satu boks dan satu braket aku beri potongan harga serta masih aku berikan sarung tangan dan masker. Apalagi bila membeli dalam jumlah banyak, potongan harganya pun lebih besar,” ungkap Ulil.


Pria yang sudah lulus kuliah sejak tahun 2014 itu mengaku tidak memungut biaya pemasangan braket maupun boks yang dibeli darinya. Karena menurutnya itu bagian dari pelayananya untuk para pelanggan. Ulil mengatakan setiap bulan dia bisa menjual antara lima boks sampai 20 boks.

“Dari penjualan boks aksesoris motor, braket, aku bisa mendapatkan penghasilan bersih Rp 2 juta sebulan. Aku berharap pelangganku akan semakin bertambah karena penjualan boks dengan merk Givi, Kappa, dan Shad di Kudus, Demak, Jepara, dan Pati, dipercayakan pada saya,” ungkap Ulil