Latest News

Indieneisa Satukan 14 Band Indie Kudus di Album Kompilasi

SEPUTAR KUDUS - Cover CD Album Indie Kompilasi Kudus.

SEPUTAR KUDUS, Komunitas musik Indienesia Kudus merilis album kompilasi pertama tahun ini. Sebanyak 14 band indie asal Kudus ambil bagian dalam album tersebut. Dalam album yang didukung W Mild tersebut, terdapat 14 lagu dari 14 band yang terlibat. Setiap band menyumbangkan satu lagu dalam album kompilasi tersebut.

Koordinator  Komunitas Indienesia, Doni PM menjelaskan, untuk mengenalkan album yang telah mereka buat, rencanya mereka akan menggelar road show konser di enam kabupaten di eks Karesidenan Pati. ”Untuk yang pertama, kami akan menggelar konser di Kudus. Kami juga akan merilis album indie ini dalam konser tersebut,” ujar Doni.

Dia mengatakan, konser pertama di Kudus, akan diselenggarakan pada Sabtu (31/5) di GOR Wergu Wetan Kudus, mulai pukul 08.00 hingga selesai. Dalam konser tersebut, 14 band yang terlibat dalam album tersebut akan tampil membawakan lagu karya mereka. Setiap band diberi waktu selama 30 menit untuk perform di atas panggung.

Sebanyak 14 band tersebut, kata Doni, merupakan band indie yang selama ini telah eksis di kalangan pecinta musik di Kudus. Band tersebut, antara lain Ibarat Skata, Brooklyn, Cubitus!, Ohackers 24, Garis Depan, Red Mars, My Mother Lost Jenny, Decandi, Q-You, Mouseing, Shoda, Clarity, Berteriak Lantank, dan Sweet Memories. Genre yang dibawakan, antara lain ska, pop, pop melayu, pop punk, dan pop rock.

"Mereka akan perform di atas panggung membawakan lagu di dalam album. Karena waktunya 30 menit, mereka juga bisa membawakan lagu lain, selain yang ada di dalam album kompilasi,” tutur vokalis Shoda itu.

Dia menjelaskan, untuk bisa menyaksikan konser pertama tersebut penonton harus membeli tiket seharga Rp 10.000. Namun, bagi 200 pembeli pertama akan mendapat CD album kompilasi secara gratis.

Doni menambahkan, tujuan pembuatan album kompilasi itu, untuk menunjukkan kepada masyarakat, bahwa band indie Kudus bisa berkarya. Musik karya band indie di Kudus, tak kalah asyik didengarkan dengan band-band mainstream yang berlabel mayor.

"Musik  asyik itu gak harus mainstream. Ini pesan yang akan kami sampaikan pada masyarakat. Pesan ini juga menjadi jargon, yang kami bubuhkan di cover CD album kompilasi,” tuturnya.

Selain menggelar roadshow di lima kabupaten, pihaknya juga berencana akan mengirim album tersebut ke radio di seluruh Indonesia. Pihaknya ingin, agar Indienesia dikenal di seluruh Indonesia. Selain itu, lagu-lagu karya anak-anak band di Kudus dikenal luas masyarakat di Indonesia.